
Bandara Abdul Rachman Saleh Malang: Sejarah dan Info Terkini Penerbangan
Senin, 24 Agustus 2026
Oleh: Admin
Bagi kamu yang berencana terbang langsung ke Malang, penting untuk mengetahui informasi terkini seputar Bandara Abdul Rachman Saleh. Sebagai satu-satunya bandara di Malang Raya, tempat ini punya sejarah panjang sejak era kolonial hingga menjadi pintu gerbang udara menuju Kota Apel.
Sejarah Singkat Bandara Abdul Rachman Saleh
Bandara ini awalnya dibangun sebagai pangkalan militer oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada 1937-1940 dengan nama Pangkalan Udara Bugis. Nama "Abdulrachman Saleh" sendiri diabadikan untuk mengenang Komodor Muda Udara Anumerta Prof. DR. Abdulrachman Saleh. Penerbangan sipil pertama kali dibuka pada 1 April 1994 oleh Merpati Nusantara Airlines, dan terminal sipil terpisah dari Base Ops Lanud Abd Saleh mulai beroperasi pada 30 Desember 2011 dengan biaya pembangunan mencapai Rp139 miliar.
Informasi Penting: Status Penerbangan Komersial Terkini
Perlu diketahui, Bandara Abdul Rachman Saleh tidak lagi melayani penerbangan komersial sejak 25 April 2020. Pada masa aktifnya, bandara ini pernah melayani rute-rute seperti Malang-Jakarta (oleh Garuda Indonesia, Batik Air, Sriwijaya Air, dan Citilink), Malang-Denpasar oleh Wings Air, serta beberapa rute lain seperti Malang-Balikpapan, Malang-Makassar, dan Malang-Yogyakarta pada periode 2007-2008.
Karena statusnya saat ini, disarankan untuk selalu mengecek informasi terbaru mengenai kemungkinan reaktivasi layanan komersial sebelum merencanakan penerbangan langsung ke Malang.
Lokasi dan Fungsi Saat Ini
Alamat: Jl. Komodor Udara Abdul Rahman Shaleh, Bunut Wetan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur
Berjarak sekitar 17 km ke arah timur dari pusat Kota Malang
Kode ICAO: WARA, kode IATA: MLG
Memiliki dua landasan pacu: satu sepanjang 1.500 m untuk pesawat kecil seperti Hercules C-130, dan satu lagi sepanjang 2.300 m untuk pesawat besar seperti Boeing 737
Tetap berfungsi sebagai pangkalan militer TNI AU (Lanud Abdulrachman Saleh) dan markas Wing 2 Korps Pasukan Khas
Alternatif Menuju Malang via Udara
Karena Bandara Abdul Rachman Saleh belum melayani penerbangan sipil reguler, sebagian besar wisatawan yang ingin ke Malang biasanya mendarat lebih dulu di Bandara Internasional Juanda, Surabaya (berjarak sekitar 62 km), lalu melanjutkan perjalanan darat menuju Malang.
Setelah mendarat di Surabaya, kamu tidak perlu bingung soal transportasi lanjutan menuju Malang. Layanan jemput bandara dan sewa mobil Kirana Tour & Travel siap mengantar dari Bandara Juanda langsung ke hotel atau destinasi wisata pilihanmu di Malang.
Kesimpulan
Bandara Abdul Rachman Saleh menyimpan sejarah panjang sebagai gerbang udara Malang, meski saat ini belum kembali melayani penerbangan komersial reguler. Sambil menunggu kabar reaktivasi, Bandara Juanda Surabaya tetap jadi pilihan utama akses udara menuju Malang. Untuk itinerary lengkap perjalanan Surabaya-Malang, cek juga paket wisata Kirana Tour & Travel.








