
Kelenteng Eng An Kiong Malang: Cagar Budaya Tionghoa Berusia Hampir Dua Abad
Senin, 10 Agustus 2026
Oleh: Admin
Di tengah hiruk pikuk Kota Malang, berdiri kokoh sebuah bangunan bersejarah yang menyimpan jejak panjang komunitas Tionghoa: Kelenteng Eng An Kiong. Bukan sekadar tempat ibadah, kelenteng tertua di Malang ini kini juga menjadi destinasi wisata budaya dan religi yang menarik untuk dikunjungi wisatawan dari berbagai latar belakang.
Sejarah Kelenteng Eng An Kiong
Kelenteng ini didirikan pada tahun 1825 oleh Liutenant Kwee Sam Hway, seorang keturunan generasi ketujuh dari jenderal Dinasti Ming. Pembangunannya berlangsung dalam dua periode, yakni ruang tengah pada 1825, kemudian dilanjutkan bangunan lainnya secara bertahap antara 1895 hingga 1934. Nama "Eng An Kiong" sendiri bermakna mendalam, yaitu Istana Keselamatan dalam Keabadian Tuhan, sebagai bentuk persembahan kepada Dewa Bumi. Kini, usianya sudah menginjak hampir dua abad dan telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh Pemerintah Kota Malang.
Daya Tarik dan Keunikan
Berfungsi sebagai Kelenteng Tridharma, tempat ibadah bagi tiga kepercayaan sekaligus: Konghucu, Buddha, dan Taoisme
Arsitektur didominasi gaya khas Tiongkok dengan ukiran naga di berbagai sudut, dipadukan sekitar 20% unsur Eropa pada kerangka bangunannya
Gapura tinggi berwarna mencolok yang langsung menyambut pengunjung di pintu masuk
Koleksi lukisan bernilai seni tinggi serta altar dengan berbagai persembahan tertata rapi
Suasana semakin semarak saat perayaan Imlek dengan lampion dan dekorasi khas Tionghoa
Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket
Alamat: Jl. Laksamana R.E. Martadinata No. 1, Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur (berdampingan dengan Pasar Besar Malang)
Jarak dari Alun-Alun Kota Malang sekitar 850 meter atau 10 menit berkendara
Jam buka: umumnya pukul 08.00–16.00/21.00 WIB tergantung hari kunjungan
Tiket masuk sangat terjangkau, berkisar Rp3.000–Rp5.000 per orang
Tips Berkunjung
Waktu terbaik berkunjung adalah sore hari, saat cahaya matahari mulai meredup sehingga cocok untuk berfoto dengan latar arsitektur klasik kelenteng. Kenakan pakaian sopan, jaga ketenangan, dan mintalah izin sebelum memotret area yang sedang digunakan untuk ritual keagamaan.
Karena lokasinya berada di pusat kota dan dekat dengan destinasi heritage lain seperti Pasar Besar dan Alun-Alun Malang, kamu bisa menjelajahinya sekaligus dalam satu hari. Manfaatkan sewa mobil harian Kirana Tour & Travel agar perjalanan wisata heritage kamu di Malang lebih praktis dan nyaman.
Kesimpulan
Kelenteng Eng An Kiong adalah bukti nyata harmoni budaya dan sejarah panjang komunitas Tionghoa di Kota Malang yang masih terjaga hingga kini. Cocok dikunjungi bagi kamu yang ingin mengenal sisi lain kekayaan budaya Malang. Untuk itinerary wisata heritage Malang yang lebih lengkap, cek juga paket wisata Kirana Tour & Travel








